Kamis, 18 Oktober 2012

jatuh gerimis


Apapun fakta yang terjadi, tidak lebih penting dari sikap kita dalam menghadapinya.
Apapun kerikil kehidupan yang menanti, tak lebih penting dari mental kita dalam menyikapi.
Ujian ringan, ujian sedang, ujian berat..semua itu relatif.
Entah, saya merasa kurang sependapat ketika ada perkataan “itu mah, belum seberapa. Gitu aja uda heboh banget reaksinya”…hmm, hei, pemahaman masing masing dari diri kita berbeda..apa yang terasa berat oleh kita, boleh saja itu semacam hal yang amat ringan untuk orang lain.
Setiap jalan yang kita lewati, setiap tikungan yang kita lalui, akan membentuk dan membangun batu pemahaman kita masing masing.
Hingga saat ini, saya masih mengagumi kekerasan goresan jalan jalan yang terlukis di setiap senyuman kawan kawan saya.
Mereka mengajarkan banyak hal yang tidak dapat saya catat dalam kata kata, namun apa yang mereka tanam, sungguh bersemi dalam kamus kehidupan.
Saya sungguh beruntung, garis takdirku dipertemukan Allah dengan pertalian berpelangi..
Gerimis itu indah, walau terkadang terasa menggigit gigit kulit ari..


Senin, 01 Oktober 2012

itu SENJA


  Senja kala itu mengabut. Menyisakan semerbak wangi rantaian bunga – bunga di tepi jalan. Entah mengapa itulah yang terlihat di pelupuk matanya. Ia sangat meyakini, bahwa tak ada yang kebetulan, semua terjadi dengan rahasia – rahasia kecil yang menyembunyikan keindahannya.

Sore itu ia terkesiap akan sebuah janji, berjanji untuk bersitatap dengan seorang asing. Ia tak bisa berpikir lagi, entah apa yang menuntunnya hingga ia melangkahkan kaki dalam perwujudan janji itu. Ia telah bersiap. Bersiap bahwa akan menahan dengan sepenuh hati mengerem laju detak jantungnya, menetralkan warna air mukanya, dan berlaku setenang helaian daun yang tertiup angin.

Hamparan ruang luas terasa sangat menghimpit rasanya. Terpaku dengan keyakinan dan ego yang saling berhantaman. Ia tak berani mengangkat pandangan. Terdiam menatap kosong rentetan huruf di depannya. “hei, kamu membaca atau mengalihkan saja? “,kata sang penanya.
Ia berteriak dalam diamnya..”apa tak kau lihat betapa kerasnya aku menyembunyikan. Tak kau bacakah itu dari gerakan tanganku yang tidak bisa tenang melakukan instruksi otakku.

Tak banyak yang ia dengar dari percakapan temaram itu. Telinganya tiba-tiba menjadi tak berfungsi, tak mampu menangkap ucapan yang berhamburan di udara. Sedangkan mulutnya tak berhenti tersenyum menyembunyikan perlisanan hati yang ingin melompat-lompat keluar dan menyapa ceria.

Ia aneh. Menunjukkan rasa hormatnya dengan tatapan lantai. “aku takut, kau menunduk terlalu dalam.” Tawa sang penanya kepadanya.
Aku menghormatimu, menghormati keberadaanmu, menghormati perasaanku, dan
menghormati apa yang tertulis atas kau dan aku suatu saat nanti.” Sekali lagi, ia hanya mampu menjawab dengan tundukan semakin lama.

Hanya ungkapan sebal yang akhirnya terlontar darinya. Bodoh. Kamu pura-pura membodohi dirimu sendiri, atau memang benar-benar bodoh?

Hari itu, ia berjalan sejajar, tak berdampingan.
Sejajar.
Bukan di depan sebagai penunjuk jalan dan bukan di belakang sebagai bayangan.
Ia tak ingin merasa terjebak, karena ini bukan jebakan yang mengada-ada.
Ada letupan-letupan api. 







Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Rabu, 15 Agustus 2012


Senja itu bernama perpisahan…
Mungkin benar jika cinta itu adalah seberapa pandai kau menghapus air mata…
Benar…aku cinta…
Cinta akan pertemuan dengan cahaya cahaya petunjukku…
Anak anak bermata bening yang selalu menyapa
Senyum manis yang tersimpul bersembunyi di kerlingan jahil mereka
Masih teringat rasanya canda di masjid kecil itu
Ditemani alunan lembut pesan langit dan tentu saja aroma tanah becek tergenang
Ah…jangan terlalu sentimentil…
Terlalu egois rasanya jika semua hanya menurut inginku…
Melepas mereka untuk mengepakkan sayap mencoba haluan angin baru…
Setidaknya aku pernah berteduh di kehangatan sayap mereka
Mencoba menjadi pundi pundi udara walau hanya sementara
Mengusap tetesan terakhir di ujung ujung sembabnya jendela hati
Terima kasih…
Terima kasih nak…
Atas kesabaran yang kalian tempa
Atas rindu yang kalian semai
Atas do’a yang kalian sematkan diam diam
Atas harapan yang senantiasa kalian elukan



Special for cahaya cahaya petunjukku..
*Be sholih & sholihah
Ya…senja itu bernama perpisahan
feBruAry '12

Rabu, 08 Agustus 2012


Dalam doamu

Semoga yang terkasih dalam keadaan hati dan pikiran yang jernih
Berharap yang tersayang dalam keadaan senang dan lapang
Berdoa agar yang tercinta bahagia dalam lindungan-NYA
Teruslah mengukir cita dan cinta
Pejamkan sejenak jika lelah menerpa
Endapkan dan jadikan mimpi indahmu
Doakan mereka sebelum pergimu
Agar kau tak kesepian di perjalananmu



seuntai doa dan nasihat dari yang terderai dalam buliran hujan

Kamis, 26 Juli 2012

inging

kita memang bukan apa apa untuk membuat ini semua lebih baik,meskipun demikian kita tetap sebagai manusia yang menginginkan segalanya menjadi baik.semakin banyak kita menginginkannya..maka akan semakin berat beban yang kita pikul.Inilah dunia..kita ada bukan untuk meratapi tantangan atau masalah,melainkan menikmatinya...

inilah titik awal dimana seseorang menyadari sesuatu akan hakikat dirinya.terkadang apa yang terucap ringan dari lisan akan terasa amat mengena bagi hati yang membacanya.untuk itulah kita berdiri di lingkaran ini, entah kapan berujungnya karena kita pun tak bermula.berdiri untuk saling menjaga apa apa yang telah kita bangun dari bata pertama perjuangan, walaupun perjuangan ego sendiri.untuk kembali mengingatkan kata kata yang sempat terucap lalu terlupa oleh diri.

Kamis, 05 Juli 2012

bullbo (─‿‿─)


nunggu dosen disambi blogwalking...eh nemu bullbo blog orang  (っ◕‿◕)っ
ikut ikutan ngisi ah...tapi yang nomer 21 mpe 40 ga bisa njawab.. (►.◄) 
  

Tentang Seseorang :


1. Siapa yang ada di background handphone kamu?
Pasukan Ar Rohmah Ceria =)
2. Siapa orang terakhir yang kamu sms?
Haha…njarkomin staff bidang #nggayaa*plak
3. Siapa orang terakhir yang kamu bbm?
Aku ga punya BB ……*nadaiklan
4. Siapa orang terakhir yang kamu telpon?
Ga punya pulsa nelpon.. =D
5. Siapa orang yang sekarang ada di sebelah kamuuu hiii...
Temen temen kuliah
6. Siapa temen kamu yang baru aja ulang tahun?
Si cantik endud EPoooo.. =*
7. Siapa sih temen yang setiap hari kamu ajak ngobrol?
Si cantik endud EPoooo.. =*
8. Kenapa dia?
Yang paling rajin ngajak ketemuan..
9. Kalo kamu punya duit 100rb, kamu mau traktir siapa dan apa?
Adek, ibu, epo…makan es krim
10. Siapa temen kamu yang pernah bikin kamu nangis?
rahasiaaaa

Tentang Kamu :


11. Kebiasaan kamu yang patut ditiru orang lain apa sih?
Mahasiswa telatan *lhooh*
12. Kalo kamu mau ngupil bilang-bilang dulu ngga?
Ya enggalah…diam diam ajah..
13. Biasanya kamu buang upil kemana?
Tempat tersembunyi
14. Apa sih kebiasaan buruk kamu?
Telatan,,lelet,,pemikir ulung *alias apaapa dipikirin*
15. Bunyi kentut kamu biasanya gimana sih?
Hanya ibu yang tahu,hoho
16. Binatang apa sih yang menggambarkan kamu bangedh?
Ga tau
17. Alat musik yang bisa kamu mainin?
Bonang penerus…#banggaa…
18. Biasanya mandi berapa kali sehari?
Sekali…hemat beb..
19. Benda dari seseorang yang sampe sekarang masih kamu simpen? apa? dari siapa?
Rahasia juga
20. Benda yang lagi kamu pengenin banget?
Samsung Galaxy



Tentang lain-lain :


41. Pengen banget bisa ngelakuin apa?
Mendesain dan menjadi konseptor Sekolah sendiri
42. Pengen banget pergi ke negara apa?
Ke Tanah Suci
43. Sesuatu yang pengen banget kamu punya/beli?
Binguuung…
44. Pekerjaan impian kamu?
GURU
45. Artis favorit kamu?
Istrinya Haji Sulam aja deh
46. Kalo skrg kamu bisa ketemu sama siapa aja, pengen ketemu siapa?
Ketemu temen dan sang inspiratorku
47. Orang pertama yang kamu follow di twitter?
Aku ga punya twitter…*nadaiklan lagi*
48. Benda kesayangan kamu yang ilang?
lupaaa
49. Sesuatu yang kamu jago banget ngelakuinnya?
Datang telat…
50. -- bonus question -- isi sendiri --
ada saran untuk saya?

Selasa, 03 Juli 2012

KoSant#1


“suasana di kota santri
asik senangkan hati
suasana di kota santri
asik senangkan hati

Tiga hari lalu selalu bergema kata kata ini : “Kota Santri”.
Mulai dari panggilan Pejabat Kota Santri, para Warga Kota Santri, dan yang paling sering dielu elukan…Bu Lurah.. ≥^.^≤ 
Tiga hari membersamai adik adik binaan mengikuti salah satu acara Jambore yang diperuntukkan bagi anak- anak TPA se-Solo, mengukir goresan pena pena hikmah. Acara yang diselenggarakan rutin setiap tahun oleh salah satu forum silaturahim TPA ini mengemas perkemahan anak anak dengan konsep “Kota Santri”. Setiap tim perwakilan TPA disebut satu RT, jadi ketua regu tim disebut sebagai Ketua RT. Beberapa RT lalu dikelompokkan menjadi kelurahan, dan dipimpin oleh seorah Lurah (pendamping TPA yang terpilih). Para peserta, pendamping dan Pembina TPA disebut sebagai Warga Kota Santri..sedangkan para panitia beserta jajarannya dianggap sebagai Pejabat Kota Santri.
Perjalanan di Kota Santi pun dimulai……
Hari pertama, hari dimulainya perjuangan di Kota santri ( Lebay =)…
saat proses bedhol masjid, apalagi ya istilah untuk menyebut pemindahan aset masjid –tikar, karpet, perabot- ke lapangan tkp alias Kota Santri, yang meningkatkan asam laktat. Dilanjutkan pendirian dua tenda yang awalnya –dengan modal PD- hanya akan didirikan tiga orang dengan penuh keoptimisan tapi pada akhirnya realistis juga dan memanggil bala bantuan..ya iyalah¬) .
Hari pertama yang penuh kekonyolan namun kami tertawa bersama untuk itu…
Hari kedua diawali dengan Isra’, para warga Kota Santri dibangunkan oleh suara sirine yang bergaung sekitar jam 2 dini hari. Mereka diharuskan mengambil air wudhu di tengah rasa dingin yang mencubit kulit, memulai perjalanan dengan mata tiga perempat kantuk dan gigilan dingin.
Tapi saya merasakan ada kehangatan yang menyelimuti, melihat wajah wajah mereka yang manyun karena biasanya mereka masih bergelut dengan mimpi di kasur rumah dan sekarang harus melaksanakan qiyamul lail yang diawali dengan isra’…



Anak anak memulai isra’ di tengah hawa dingin…#fotonya ada bentol2nya  :D



Nah lhoo..ini Qiyamul lail atau tidur berjama’ah sih..hihi  〷◠‿◠〷  

*wonten candhakipun…